Ada apa dengan rasa..?


Canggung ketika bertemu, sepi dikala ramai. Tak berani menatap disaat tertatap. Haruskah ku berputar balik dikala kita searah ? Atau diam ditempat dengan pura-pura tak terlihat ?
Sebenarnya aku ingin bersikap biasa, tapi tubuh selalu meronta hingga tak tau harus berbuat apa. Ingin rasanya berbicara sepatah dua patah kata, tapi lidahku mengelu dengan tiba-tiba. Menyalahkan rasa yang telah tumbuh merupakan kesalahan terbesar dalam hidup, karena ia tumbuh tanpa disangka-sangka
-------------------
Tak lagi mampu membendung rasa telah lama mengepung, mungkin semua orang menganggap seperti botol bekas yang telah lama mengapung.
Jujur adalah cara terbaik yang bisa dilakukan saat ini, walau tidak menutup kemungkinan akan disambut dengan sedikit goresan hati.
--------------------
Di kala goresan itu terjadi, aku harus menerima sepenuh hati karena memang sudah menjadi konsekuensi.

"Berakit-rakit kehulu berenang-renang kemudian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian". 

Yaa, kalimat itu mungkin ada benarnya. Tergores lebih awal jauh lebih baik,  tidak terlalu dalam dan mudah disembuhkan sebelum luka menganga.
--------------
Aku sadar, bahwa rasa akan bersatu di atas takdir. 
Sebuah ketetapan yang hanya bisa dipanjatkan kepada Sang Maha Pencipta, tanpa sedikit ragu dan selalu optimis.
--------------
Takdir, ya aku percaya akan hal itu. Karena takdir adalah ending dari sebuah ikhtiar, tugas kita hanya berdo'a sembari memantaskan diri. 
Jika takdir mengatakan "Tidak" aku akan tetap bersyukur, karena telah mengenalkan sosok yang pernah aku kagumi walau tanpa harus memilki. 
------------
Tuhan Penguasa segalanya..
Apapun yang engkau tetapkan, kuatkanlah hati ini untuk menerimanya.
Tuhan..
Aku ingin mengemis kepada-Mu. 
Jagalah dia dimanapun berada dan mudahkanlah segala urusannya.

Komentar

Unknown mengatakan…
Salam rindu dan kasih dariku untukmu yang begitu pasrah pada ketetapan_Nya❤️
ALVIA MAULANA mengatakan…
Silahkan komentarnya ditulis disini juga ya temen-temen. Terimakasih sudah mampir๐Ÿค—
Emilia Hermawati mengatakan…
Keren๐Ÿ‘๐Ÿ‘
siti khadijah mengatakan…
Terimakasih sudah mewakili kata hati lewat coretan yang kau buat
Satu kata KEREN ANJINM
siti khadijah mengatakan…
terimakasih sudah mewakili rasa melalui coretan yang kau buat
Unknown mengatakan…
Mantap bangett, semangat terus dalam berkarya ya, GBU
siti khadijah mengatakan…
terimakasih sudah mewakili rasa melalui coretan yang kau buat
Unknown mengatakan…
Aawwww, menerima sepenuh hati dengan segala konsekuensi uwuwuuwwu
Btw ini kisah nyata/curahan hati yaa? Hmmm jadi pengen tau kelanjutannyaaa
Unknown mengatakan…
Pakar cinta ahahahha ๐Ÿ˜‚
Alfiyatul Hasanah mengatakan…
Bagus bak al...
Keliatan nulisnya tulus banget.๐Ÿ˜

"Apa yang disampaikan dari hati, akan sampai ke hati"
Alfiyatul Hasanah mengatakan…
Bagus bak al.
Keliatan, tulus banget nulisnya
Unknown mengatakan…
Dan sayangnya
Didepan tuhanku aku terang2an meminta dia dalam do'a ku๐Ÿ™Œ
Unknown mengatakan…
Rasa tidak bisa diwakilkan
Maish mengatakan…
Ketika hati yang berbicara...